mau sedikit
berbagi cerita nih..tadi baru saja menyimak tweet nya ustadz @felixsiauw..untuk
lebih jelasnya saya share tweet beliau
1. ini kisah yang
saya ingin tweeps ambil pelajaran, cukup disimak, dan tak perlu ajukan
pertanyaan setelahnya, ok :)
2. satu waktu, di
mail sy terdaftar puluhan tanya yg menanti dijawab, satu persatu saya buka dan
jawab semampu ilmu yg terbatas
3. ada tanya singkat
dari seorg akhwat "afwaan jiddan, felixsiauw manhajnya apa ya?" | jwb
saya "ahlu sunnah wal jama'ah"
4. karena begitulah
seharusnya manhaj setiap Muslim, mengikuti sunnah nabi dan bersatu dalam
al-jama'ah Islam, syarat surga, ujar Rasul
5. tanya kedua dr
akhwat yg sama "afwaan ada yg bilang ke ana bahwa ustad aktivis HTI
?" | mulai aneh, sy jawab "betul, sy aktivis HTI"
6. lalu dijawab
"afwan ustad bukan ahlussunnah wal jama'ah dan bermanhaj salafusshalih
ustad dari HTI tdk semanhaj dgn ana :)"
7. DEG! terdiam
semenit sy di monitor, coba resapi kalimat barusan dgn teliti, khawatir setan
telah merasuk menjadi prasangka buruk
8. sy coba baca lagi,
khawatir ada ambiguitas kalimat, coba pahami dengan kacamata khusnu dzann,
namun tak dapat pembenaran itu
9. masyaAllah,
masyaAllah, istighfar berkali-kali sy coba lafalkan, harapkan itu bermanfaat
agar airmata tak berlinang keluar
10. terus terang,
kami mualaf | sudah bisaa bagi kami dicaci-maki kaafirin saat kami coba
jelaskan Islam pada mereka
11. terus terang,
ayah kami belumlah Muslim, dan itu meniscayakan kami berbangga dengan Islam
saat lingkungan justru mengolok-olok kami
12. dan tak sekalipun
kami keluarkan airmata saat beradu dengan kaafirin | sungguh, lebih menyedihkan
saat harus berargumen dengan Muslim
13. menurut kami,
cobaan itu bukan berat bila datang dari kaafirin, itu bisaa | tapi menyakitkan
saat harus datang dari kawan kami
14. belum sampaikah
ayat Al-Qur'an "Muhammad Rasulullah dan orang2 yg bersamanya, keras thd
kaum kafir, tetapi kasih-sayang sesama mereka"
15. seharusnya lebih
hati-hati bagi kita untuk berucap, apalagi pada umat yang syahadatnya satu |
kasih-sayang adalah panduan
16. dari hadits2
disimpulkan, manhaj hanya ada 2; 1) ahlusunnah wal jama'ah atau 2) selain
ahlusunnah wal jama'ah
17. dari hadits2 juga
dsimpulkan, hanya manhaj ahlusunnah wal jama'ah yg diizinkan mendapat surga
Allah, dan yang lainnya tidak
18. oh.. mungkin itu
yang dimaksud, kami bukan termasuk ahlusunnah wal jama'ah dan ikuti
salafusshalih | tak ada tempat bagi kami di surge
19. takabbur, menolak
kebenaran dan meremehkan manusia | sayalah yg berhak atas surga Allah, sedang
engkau hina dan tak berhak akan surge
20. masyaAllah,
masyaAllah, sementara masih banyak musuh yang mesti dihadapi, ada pula yang
rusak barisan | ironis
21. bila memang kami
tersalah, sudi kiranya kami dinasihati, itu hak kami | begitulah akhlak seorang
Muslim pada yang lainnya
22. bila memang kami
tersesat, mengapa tiada tabayun (konfirmasi) kepada kami? | anggapan dan
informasi sepihak bukanlah dalil
23. apalah arti HTI,
PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin? Ia hanya kendaraan dakwah | Allah akan
menghisab hambanya satu persatu
24. ada masa saat
lisan diri tak terbantu jamaah dakwah, ada saat dimana amal pribadi tak
tersangkut dengan nama partai dan klaim
25. Allah bolehkan
beragam kelompok dakwah, walau bisa Allah satukan hati kita semua? | tapi Allah
inginkan kita berlomba dalam kebaikan
26. salah satu
kebijakan dlm berdakwah adl berdiam lisan dalam beda, dan berbaik sangka sesama
saudara | indahnya Islam
27. bilapun
mengkritik, maka pemikirannya yang dikritik dengan dalil, bukan jama'ah atau
bahkan individunya | indahnya Islam
28. saat kami jadi
Muslim, sy diajarkan bahwa ikatan aqidah melebihi segalanya | bahkan melebihi
ikatan keluarga kami yg blm Muslim
29. karena itulah,
sedih sekali, saat saksikan saudara yg engkau bela malah berkata yang tak
pantas pada saudaranya yg lain
30. siapapun kita,
HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin, kita adalah saudara | yg darah dan
kehormatannya pasti akan kami bela
31. begitulah Islam
mengajarkan kami, untuk mencoba menjadi yg terbaik | bukan menganggap diri
paling baik
32. begitulah Islam
mengajarkan kami, untuk menjaga lisan dan tangan kami dari saudara kami sendiri
33. begitulah Islam
mengajarkan kami, untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sibuk mencari aib
saudara dan diam melihat kemunkaran penguasa
34. zzz.. zaman sekarang,
masih ada juga yg melihat orang berdasarkan harakahnya :)
35. sekali lagi, saya
hanya ingin tweeps mengambil pelajaran, cukup disimak dan renungkan, dan tak
perlu ajukan pertanyaan, ok :)
okey..dan
hal yang seperti ini pernah saya alami..pertama kali mengenal yang namanya
gerakan dakwah adalah ketika masuk ke kampus STAN yang memang sangat kental
nuansa agamis nya..dulu waktu SMA sempet ikut ROHIS sih..tp jarang ikut
kegiatannya,cuma numpang nama doang (iya..gue ngaku -_-‘)..ya bisa dibilang
masih ‘nakal’ lah waktu SMA tu..nakalnya bukan nakal yang gimanaa gitu...Cuma ya
masih belum menyelami islam yang sebenarnya..
dan waktu
masuk STAN itulah saya mulai bertambah wawasan Islam dan mengenal gerakan
dakwahnya..jadi di STAN itu, ada kegiatan yang namanya Dinamika, ya semacam
ospek kampus gitu..di sana kami dibentuk kelompok2 untuk menunjang kegiatan
selama Dinamika..dan setelah kegiatan itu usai..kelompok itu masih lanjut
dengan kegiatan liqo (tentunya yang muslim aja yg ikut), mulai deh dari situ
saya menjadi muslimah yang sesungguhnya, ya setidaknya jauuh lebih baik dari
yang sebelumnya siih..dan saya nyamaaaan sekali berada di sana..persaudaraan
yang erat itu yang membuat saya betah...
tapi..lama
kelamaan, saya yang polos ini baru ‘ngeh’, klo ternyata liqo itu bukan hanya
salah satu media dalam pembentukan kader dakwah..tapi juga kader partai
tertentu..dari situ saya heran..tapi yowislah...toh nggakk menyimpang
ini..ikutin aja terus...
ee..lha kok
lama kelamaan..saya mulai gak nyaman, saya yakin ini ulah oknum..ada yang
kemudian menjelek2an harakah lain...saya tertarik dong..belajar tentang
harakah2 lain selain yg saya pelajari sebelumnya...dan yang saya dapet
adalah..semuanya tu sama aja (tentunya bukan kelompok yg menyimpang yaa), menuntun untuk menjadi seorang muslim yang
kaffah, bermanfaat bagi orang lain, mengajak
ber amar ma’ruf nahi munkar..dan yang lainnya..daaan ulah oknum lah yang
membuat sebagian dari mereka bermusuh2an..saling menjelekkan...
Astaghfirulloh...wong
sama sama muslim, sama sama hamba Alloh..pengikut Rasululloh..berkitab suci
AlQur’an, berpegangan pada Hadits..kok ya gontok2an..musuh2an...
dan setelah
itu..saya memutuskan untuk ber-ahlu
sunnah wal jama'ah…saja
tidak berlindung
pada satu harakah tertentu (atau bisa juga dibilang tergabung dalam harakah manapun-yg gak menyimpang lho yaa-ehee..)..tapi juga tidak memusuhi mereka yang ber harakah
tertentu..mereka semua saudara saya J..dan menyerap wawasan dari harakah
manapun..selama itu tidak bertentangan dengan pegangan saya, Al Qur’an dan
Hadits..
tidak..tidak
salah bila Anda tidak sependapat dengan saya, menganggap saya salah jalan..life
is choice..mari kita hidup damai dengan pilihan masing2..sesama muslim
sebaiknya jangan saling mencaci..bersikap baiklah kepada saudara muslim
kita..kalau ada saudari saya yg dari harakah tertentu meminta partisipasi saya
untuk acara harakahnya..saya akan sangat bersedia membantu semampu saya selama
itu untuk kemaslahatan umat J
salam damai
J
