Sabtu, 26 Mei 2012

Islam itu indah..mari kita jaga keindahannya


mau sedikit berbagi cerita nih..tadi baru saja menyimak tweet nya ustadz @felixsiauw..untuk lebih jelasnya saya share tweet beliau

1. ini kisah yang saya ingin tweeps ambil pelajaran, cukup disimak, dan tak perlu ajukan pertanyaan setelahnya, ok :)

2. satu waktu, di mail sy terdaftar puluhan tanya yg menanti dijawab, satu persatu saya buka dan jawab semampu ilmu yg terbatas

3. ada tanya singkat dari seorg akhwat "afwaan jiddan, felixsiauw manhajnya apa ya?" | jwb saya "ahlu sunnah wal jama'ah"

4. karena begitulah seharusnya manhaj setiap Muslim, mengikuti sunnah nabi dan bersatu dalam al-jama'ah Islam, syarat surga, ujar Rasul

5. tanya kedua dr akhwat yg sama "afwaan ada yg bilang ke ana bahwa ustad aktivis HTI ?" | mulai aneh, sy jawab "betul, sy aktivis HTI"

6. lalu dijawab "afwan ustad bukan ahlussunnah wal jama'ah dan bermanhaj salafusshalih ustad dari HTI tdk semanhaj dgn ana :)"

7. DEG! terdiam semenit sy di monitor, coba resapi kalimat barusan dgn teliti, khawatir setan telah merasuk menjadi prasangka buruk

8. sy coba baca lagi, khawatir ada ambiguitas kalimat, coba pahami dengan kacamata khusnu dzann, namun tak dapat pembenaran itu

9. masyaAllah, masyaAllah, istighfar berkali-kali sy coba lafalkan, harapkan itu bermanfaat agar airmata tak berlinang keluar

10. terus terang, kami mualaf | sudah bisaa bagi kami dicaci-maki kaafirin saat kami coba jelaskan Islam pada mereka

11. terus terang, ayah kami belumlah Muslim, dan itu meniscayakan kami berbangga dengan Islam saat lingkungan justru mengolok-olok kami

12. dan tak sekalipun kami keluarkan airmata saat beradu dengan kaafirin | sungguh, lebih menyedihkan saat harus berargumen dengan Muslim

13. menurut kami, cobaan itu bukan berat bila datang dari kaafirin, itu bisaa | tapi menyakitkan saat harus datang dari kawan kami

14. belum sampaikah ayat Al-Qur'an "Muhammad Rasulullah dan orang2 yg bersamanya, keras thd kaum kafir, tetapi kasih-sayang sesama mereka"

15. seharusnya lebih hati-hati bagi kita untuk berucap, apalagi pada umat yang syahadatnya satu | kasih-sayang adalah panduan

16. dari hadits2 disimpulkan, manhaj hanya ada 2; 1) ahlusunnah wal jama'ah atau 2) selain ahlusunnah wal jama'ah

17. dari hadits2 juga dsimpulkan, hanya manhaj ahlusunnah wal jama'ah yg diizinkan mendapat surga Allah, dan yang lainnya tidak

18. oh.. mungkin itu yang dimaksud, kami bukan termasuk ahlusunnah wal jama'ah dan ikuti salafusshalih | tak ada tempat bagi kami di surge

19. takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan manusia | sayalah yg berhak atas surga Allah, sedang engkau hina dan tak berhak akan surge

20. masyaAllah, masyaAllah, sementara masih banyak musuh yang mesti dihadapi, ada pula yang rusak barisan | ironis

21. bila memang kami tersalah, sudi kiranya kami dinasihati, itu hak kami | begitulah akhlak seorang Muslim pada yang lainnya

22. bila memang kami tersesat, mengapa tiada tabayun (konfirmasi) kepada kami? | anggapan dan informasi sepihak bukanlah dalil

23. apalah arti HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin? Ia hanya kendaraan dakwah | Allah akan menghisab hambanya satu persatu

24. ada masa saat lisan diri tak terbantu jamaah dakwah, ada saat dimana amal pribadi tak tersangkut dengan nama partai dan klaim

25. Allah bolehkan beragam kelompok dakwah, walau bisa Allah satukan hati kita semua? | tapi Allah inginkan kita berlomba dalam kebaikan

26. salah satu kebijakan dlm berdakwah adl berdiam lisan dalam beda, dan berbaik sangka sesama saudara | indahnya Islam

27. bilapun mengkritik, maka pemikirannya yang dikritik dengan dalil, bukan jama'ah atau bahkan individunya | indahnya Islam

28. saat kami jadi Muslim, sy diajarkan bahwa ikatan aqidah melebihi segalanya | bahkan melebihi ikatan keluarga kami yg blm Muslim

29. karena itulah, sedih sekali, saat saksikan saudara yg engkau bela malah berkata yang tak pantas pada saudaranya yg lain

30. siapapun kita, HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin, kita adalah saudara | yg darah dan kehormatannya pasti akan kami bela

31. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk mencoba menjadi yg terbaik | bukan menganggap diri paling baik

32. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk menjaga lisan dan tangan kami dari saudara kami sendiri

33. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sibuk mencari aib saudara dan diam melihat kemunkaran penguasa

34. zzz.. zaman sekarang, masih ada juga yg melihat orang berdasarkan harakahnya :)

35. sekali lagi, saya hanya ingin tweeps mengambil pelajaran, cukup disimak dan renungkan, dan tak perlu ajukan pertanyaan, ok :)

okey..dan hal yang seperti ini pernah saya alami..pertama kali mengenal yang namanya gerakan dakwah adalah ketika masuk ke kampus STAN yang memang sangat kental nuansa agamis nya..dulu waktu SMA sempet ikut ROHIS sih..tp jarang ikut kegiatannya,cuma numpang nama doang (iya..gue ngaku -_-‘)..ya bisa dibilang masih ‘nakal’ lah waktu SMA tu..nakalnya bukan nakal yang gimanaa gitu...Cuma ya masih belum menyelami islam yang sebenarnya..

dan waktu masuk STAN itulah saya mulai bertambah wawasan Islam dan mengenal gerakan dakwahnya..jadi di STAN itu, ada kegiatan yang namanya Dinamika, ya semacam ospek kampus gitu..di sana kami dibentuk kelompok2 untuk menunjang kegiatan selama Dinamika..dan setelah kegiatan itu usai..kelompok itu masih lanjut dengan kegiatan liqo (tentunya yang muslim aja yg ikut), mulai deh dari situ saya menjadi muslimah yang sesungguhnya, ya setidaknya jauuh lebih baik dari yang sebelumnya siih..dan saya nyamaaaan sekali berada di sana..persaudaraan yang erat itu yang membuat saya betah...

tapi..lama kelamaan, saya yang polos ini baru ‘ngeh’, klo ternyata liqo itu bukan hanya salah satu media dalam pembentukan kader dakwah..tapi juga kader partai tertentu..dari situ saya heran..tapi yowislah...toh nggakk menyimpang ini..ikutin aja terus...

ee..lha kok lama kelamaan..saya mulai gak nyaman, saya yakin ini ulah oknum..ada yang kemudian menjelek2an harakah lain...saya tertarik dong..belajar tentang harakah2 lain selain yg saya pelajari sebelumnya...dan yang saya dapet adalah..semuanya tu sama aja (tentunya bukan kelompok yg menyimpang yaa), menuntun untuk menjadi seorang muslim yang kaffah, bermanfaat bagi orang lain, mengajak  ber amar ma’ruf nahi munkar..dan yang lainnya..daaan ulah oknum lah yang membuat sebagian dari mereka bermusuh2an..saling menjelekkan...

Astaghfirulloh...wong sama sama muslim, sama sama hamba Alloh..pengikut Rasululloh..berkitab suci AlQur’an, berpegangan pada Hadits..kok ya gontok2an..musuh2an...

dan setelah itu..saya memutuskan untuk ber-ahlu sunnah wal jama'ah…saja

tidak berlindung pada satu harakah tertentu (atau bisa juga dibilang tergabung dalam harakah manapun-yg gak menyimpang lho yaa-ehee..)..tapi juga tidak memusuhi mereka yang ber harakah tertentu..mereka semua saudara saya J..dan menyerap wawasan dari harakah manapun..selama itu tidak bertentangan dengan pegangan saya, Al Qur’an dan Hadits..

tidak..tidak salah bila Anda tidak sependapat dengan saya, menganggap saya salah jalan..life is choice..mari kita hidup damai dengan pilihan masing2..sesama muslim sebaiknya jangan saling mencaci..bersikap baiklah kepada saudara muslim kita..kalau ada saudari saya yg dari harakah tertentu meminta partisipasi saya untuk acara harakahnya..saya akan sangat bersedia membantu semampu saya selama itu untuk kemaslahatan umat J

salam damai J









Jumat, 25 Mei 2012

Sedikit cerita di kampung halaman


Wuaa...dah lama banget nggak nulis nih >,<...
kemaren sempet berenti nulis karena eh karena lagi sakit..sempet divonis infeksi saluran kemih dan usus buntu...dan alhamdulillah dah sembuh sekarang (dan semoga gak kambuh lagi aamiin..)

Hmm..banyak banget yang mau diceritain sebenernya..tp bingung mau mulai dari mana >.<

Tanggal 12 mei kemaren akhirnya saya dan suami memutuskan untuk pulang juga ke Jogja&Bandung yang sebelumnya kami bimbang mau pulang/tidak karena kondisi saya yang waktu itu belum fit benar..tp karena beberapa hari sebelumnya kondisi makin membaik akhirnya memutuskan juga untuk pulang, menghadiri pernikahan masku di jogja dan sekalian ngurus e-ktp di bandung, yang ternyata diriku belum bisa ngurus e-ktp saat itu juga karena penduduk migran..dan baru bisa tahun depan, jadi saya di Jogja dah nggak tercatat sebagai penduduk sana lagi dan di Bandung belum diakui (padahal dah punya ktp Bandung) *hiks...

Oya, kesempatan pulang kemaren juga kami manfaatin buat ziarah ke makam dek Izza, dan saat itu adalah kali pertama saya dan suami bisa mengunjungi makam dek Izza bersamaan, karena dulu waktu makamin denok (dek Izza), saya belum bisa ikut-masih terbaring di rumah sakit, dan saat saya dah bisa keluar rumah bebas, suami dah balik ke Pekanbaru..jadi kemaren itu untuk pertama kalinya kami ke makam denok barengan...makam denok saat itu lagi turun..kami bertiga (saya+suami+adek) kemudian membetulkannya pake tangan..menata gundukannya kembali dan kami masing2 berdoa dalam hati untuk denok..tak berapa lama kemudian, saya merasakan bau harum tercium tiba2..eh, ternyata suami dan adekku pun menciumnya..kalo kata suami mah...dek Izza merasakan kehadiran kita dan sedang berinteraksi dengan kita...I hope so..semoga bidadari kecil kami itu tau..orang tuanya tengah mengunjunginya, semoga bidadari kecil kami itu tau, orang tuanya begitu menyanyanginya...:)

Segini dulu aja deh ceritanya...satu yang saya dapet dari pulang kemaren adalah...makin kuatnya niat saya untuk suatu saat kembali ke Jogja/Bandung..menjalani hari2 bersama keluarga tercinta di sana dan bisa lebih maksimal mengabdikan diri kepada kedua orang tua..maksimal 5 tahun ke depan deh bisa pulang (pengennya siiy...kan Alloh sesuai prasangka hambanya.. InsyaAlloh ...jadi berpikirnya yang baik2 aja..)..klo nggak dimutasi2 juga ke sana..yasud..memutasikan diri sendiri aja.. :D