Jumat, 26 Agustus 2016

Saat perempuan mulai menulis

Yang kutakutkan adalah saat seorang perempuan mulai menulis, aku tak pernah bisa menebak isi hatinya

Perkataannya yang lembut, terkadang menjadi bumerang bagiku, tak cukup sekali, bahkan berkali-kali aku salah mengartikan senyum manisnya

Apalagi saat dia mulai menulis, sungguh,,deretan kata kata itu seakan mengejekku..apa maksudnya semua ini?

Mengapa menjadi semu bagiku?

Perempuanku..tak tahukah kau aku merindumu

Rasanya sakit
Terasa amat sakit

Tak bisakah kau berbicara langsung padaku..kata katamu itu..sungguh bagai angsa di tengah danau..tak bisa kutangkap

Aku merindumu..sampai sesakit ini rasanya
Aku menginginkanmu..dan aku tak tahu bahwa rasanya akan seperti ini

Saat kita berdiri di sana..dengan jarak yang tak bisa kuperpendek..aku hanya bisa menatapmu

Menatap punggungmu..yang semakin lama semakin samar

Kenapa kamu malah menjauh?

Aku di sini, masih menunggumu..

Dan kamu..justru pergi..membawa nafasku..membawa harapanku


Dan aku..tak sempat melambaikan tanganku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar