Yang kutakutkan adalah saat seorang perempuan mulai menulis,
aku tak pernah bisa menebak isi hatinya
Perkataannya yang
lembut, terkadang menjadi bumerang bagiku, tak cukup sekali, bahkan
berkali-kali aku salah mengartikan senyum manisnya
Apalagi saat dia mulai menulis, sungguh,,deretan kata kata
itu seakan mengejekku..apa maksudnya semua ini?
Mengapa menjadi semu bagiku?
Perempuanku..tak tahukah kau aku merindumu
Rasanya sakit
Terasa amat sakit
Tak bisakah kau berbicara langsung padaku..kata katamu
itu..sungguh bagai angsa di tengah danau..tak bisa kutangkap
Aku merindumu..sampai sesakit ini rasanya
Aku menginginkanmu..dan aku tak tahu bahwa rasanya akan
seperti ini
Saat kita berdiri di sana..dengan jarak yang tak bisa kuperpendek..aku
hanya bisa menatapmu
Menatap punggungmu..yang semakin lama semakin samar
Kenapa kamu malah menjauh?
Aku di sini, masih menunggumu..
Dan kamu..justru pergi..membawa nafasku..membawa harapanku
Dan aku..tak sempat melambaikan tanganku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar