Kamis, 31 Desember 2015

Lollipop


gambar dari sini

Anak kecil itu berlari, mengikuti ibunya yang berjalan terburu buru di depan pasar, senja ini. Tangannya menggengam sebuah permen lollipop, mulutnya yang mungil memanggil manggil ibunya untuk tak berjalan terlalu cepat meninggalkannya. Usianya kutaksir sekitar 7 tahun, rambutnya hitam panjang dan dengan sweater hijaunya itu dia kelihatan semakin cantik.

Gadis kecil yang kupangku tiba tiba menarik narik kerudungku.. 

“Ma..permennya enak ya, manis, nanti kita beli yang kayak gini ya ma..”

Kupandangi Putri, anak gadis 5 tahun ku itu, “Hey..kamu kok dapat permen sayang, dari mana?”

Sambil mengecap ngecap mulut mungilnya berkata, “Dari kakak ma..”

“Kakak siapa?” tanyaku heran.

“Kakakku ma..”

“Kakakmu?” tanyaku semakin heran.

“Iya ma..tadi dia kesini, pake baju sweater warna hijau, cantik deh ma, rambutnya panjang, aku nanti mau dipanjangin juga ya ma rambutnya..tadi dia juga  cerita kalau…….”


Sudah tak dapat kudengar lagi ocehan Putri, mataku berkunang kunang, ingatanku melayang 7 tahun lalu, saat anak gadis pertamaku meninggal saat usianya belum genap sebulan.. Hey..Putri kan saat itu belum lahir, kok dia tahu punya kakak perempuan..dan tiba tiba semua terlihat gelap.

Rabu, 30 Desember 2015

Untukmu calon imamku..




Kutulis kisah ini di malam-malamku yang panjang
Bagai goresan getar hati dalam rindu yang tertahan

Untukmu seseorang yang akan menemaniku di masa depan
Kamu.. Siapa kamu? Siapa namamu? Dimana kamu berada?
Aku menantimu bersama semua pengabdianku yang tertunda,
Bersama segenap cinta yang tak akan sempurna bila engkau tak kunjung hadir di hadapanku

Untukmu calon imamku yang aku tidak tahu dimana engkau berada
Suatu saat bila engkau datang, tolong cintai aku karena Alloh
Bimbinglah aku, jadilah imam dalam sholatku,
Izinkan bakti dan taatku menyatu bersama senyum di wajah teduhmu
Izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat di dalam hati dan pikiranmu

Untukmu calon imamku yang entah sedang apa
Ketahuilah aku ini adalah orang asing untukmu
Nanti terangkanlah apa-apa yang tidak ku mengerti darimu
Terangkanlah apa-apa yang tidak engkau sukai
agar aku bisa mengenalmu secara utuh

Untukmu calon imamku yang sedang memantaskan dirinya di hadapan Alloh
Ketahuilah bahwa aku pun di sini selalu menantimu dalam taat
Menanti untuk menjadi belahan jiwamu, menanti untuk menjadi penyejuk hatimu


Kau yang tertulis di Lauhul Mahfuz
Kau adalah rahasia terbesarku
Kehadiranmu menyempurnakan hidupku

Kau yang ku sebut di dalam doaku
Kau yang menjadi imam di hidupku
Kehadiranmu menyempurnakan imanku

Ku menungggu dalam sabarku
Ku ikhlaskan semua harapanku
Bersamamu di masa depanku

Membangun cinta Membangun surga
Menggapai Ridho Nya


Dan aku menanti menjadi bidadari untukmu
sampai bertemu di suatu masa
Calon Imamku


~Meyda Sefira & Lutfiyah Hayati~



hayoo..siapa yang belum bertemu dengan imam nya?
saya sih udah :P 

Jendela tua


Jendela itu semakin menua, menemani seorang wanita yang tak hentinya menatap rembulan di atas sana..

Dan jendela itu semakin menua, menyimpan rahasia yang tak pernah diungkapkan olehnya..oleh masa yang tak memberimu kesempatan untuk sekadar merangkai bahasa..

Kini..kau dapati jendela itu telah rapuh..karena angin desember sore ini, menerpanya tanpa lembut..
Jendela tua yang rapuh, yang masih menemanimu, memandang wanita itu, walau tanpa bahasa, tanpa retorika..

Dan jendela itu menutupimu..menghalangimu untuk tak lagi menekan rasa itu, karena hanya kalian yang tahu..seperti apa rasa itu..
Rasa sakit yang tak kunjung kau obati..meski hanya sekadar tawa ringan..atau kopi hitam yang tak pernah kalian sepakati seperti apa aromanya..

Jendela tua, dan kopi hitam, 
telah mengajarkanmu untuk tak menyesali pilihan, dan memberikanmu jalan untuk meninggalkannya, tanpa menoleh lagi..

Tapi mengapa kau tak mau berjalan ke sana tanpa tanpa?

Dan kau tahu..saat masa itu..masa yang ditunggu tak kunjung datang, dan dia..masih berdiri di samping jendela tua..dan kini..lihatlah!! dia berlari, mengejar rembulan yang kian menjauh, untuk mendapatkan kembali sinarnya, cahaya dalam samarnya..


Tutuplah jendela itu, sebelum desember yang kesekian kalinya ini… berakhir..

30 Desember 2015

Hey..2 hari sebelum tahun 2015 berakhir..mana tulisan tahun 2015? mana?
hey...kemana hobi menulisku yang dulu? pergi kemana kamu?
hey..
hey...
*tutupmuka*
*bersih2blog*


gambar dari sini